Bogor Palace’s Garden

Istana Bogor is one of 6 Presidential Palaces in Indonesia. The palace is noted for its distinctive architectural, historical, features, as well as the adjoining botanical gardens. Istana Bogor was opened to the public in 1968 to public tour groups (not individuals), with the permission of the then President of Indonesia, Suharto. The number of visitors annually is approximately 10,000 people.

The gardens of the palace have an area of 284,000 square metres (28.4 hectares).

The original colonial building on the site of Istana Bogor was a mansion named Buitenzorg (also Sans Souci), which was built from August 1744 as a country retreat for the Dutch Governors, including also during the period of British administration. Notable occupants of the mansion include Herman Willem Daendels and Sir Stamford Raffles.

This building was substantially damaged by an earthquake in 1834, triggered by the volcanic eruption of Mount Salak. The palace was rebuilt into its present form in 1856— this time with only one storey instead of the original three, as a precaution against further earthquakes.

From 1870 to 1942 the Istana Bogor served as the official residence of the Dutch Governors General. After Indonesian independence, the palace was much used by President Sukarno, but then largely neglected by Suharto when he came to office.

The grounds of the estate contain several buildings – the largest of which is the main palace and its two wings. The main palace contains private offices for the head of state, a library, a dining room, a ministers’ meeting room, a theater room, and the Garuda room (for welcoming State guests). The two wings are used as the guest residences for State guests. Kebun Raya Bogor (“Great Gardens of Bogor”, the Bogor Botanical Gardens) are also part of the palace grounds.

The palace houses an extensive art collection which had been accumulated by Soekarno. A herd of spotted deer still range within the palace grounds; a group of these had originally been brought there by the Dutch for hunting and sport.

~~~

Pada bulan Juni tanggal 26 yang lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi Istana Bogor. Ini kali kedua saya mengunjungi Istana Bogor. Banyak hal sebetulnya yang bisa kita ambil di tempat ini…

Kebetulan saya hanya dapat jatah 1 jam saja. Karena itu, saya ambil keputusan untuk mengabadikan kebunnya saja :D

Istana Bogor merupakan salah satu dari enam Istana Presiden Republik Indonesia yang mempunyai keunikan tersendiri dikarenakan aspek historis, kebudayaan, dan faunanya. Salah satunya adalah keberadaan rusa-rusa yang didatangkan langsung dari Nepal dan tetap terjaga dari dulu sampai sekarang.

Saat ini sudah menjadi trend warga Bogor dan sekitarnya setiap hari Sabtu, Minggu, dan hari libur lainnya berjalan-jalan di seputaran Istana Bogor sambil memberi makan rusa-rusa indah yang hidup di halaman Istana Bogor dengan wortel yang diperoleh dari petani-petani tradisional warga Bogor yang selalu siap sedia menjajakan wortel-wortel tersebut setiap hari libur. Seperti namanya, istana ini terletak di Bogor, Jawa Barat.

Walaupun berbagai kegiatan kenegaraan sudah tidak dilakukan lagi, khalayak umum diperbolehkan mengunjungi secara rombongan, dengan sebelumnya meminta izin ke Sekretaris Negara, c.q. Kepala Rumah Tangga Kepresidenan.

Istana Bogor dahulu bernama Buitenzorg atau Sans Souci yang berarti “tanpa kekhawatiran”.

Sejak tahun 1870 hingga 1942, Istana Bogor merupakan tempat kediaman resmi dari 38 Gubernur Jenderal Belanda dan satu orang Gubernur Jenderal Inggris.

Pada tahun 1744 Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff terkesima akan kedamaian sebuah kampung kecil di Bogor (Kampung Baru), sebuah wilayah bekas Kerajaan Pajajaran yang terletak di hulu Batavia. Van Imhoff mempunyai rencana membangun wilayah tersebut sebagai daerah pertanian dan tempat peristirahatan bagi Gubernur Jenderal.

Istana Bogor dibangun pada bulan Agustus 1744 dan berbentuk tingkat tiga, pada awalnya merupakan sebuah rumah peristirahatan, ia sendiri yang membuat sketsa dan membangunnya dari tahun 1745-1750, mencontoh arsitektur Blehheim Palace, kediaman Duke Malborough, dekat kota Oxford di Inggris. Berangsur angsur, seiring dengan waktu perubahan-perubahan kepada bangunan awal dilakukan selama masa Gubernur Jenderal Belanda maupun Inggris (Herman Willem Daendels dan Sir Stamford Raffles), bentuk bangunan Istana Bogor telah mengalami berbagai perubahan. sehingga yang tadinya merupakan rumah peristirahatan berubah menjadi bangunan istana paladian dengan luas halamannya mencapai 28,4 hektar dan luas bangunan 14.892 m².

Namun, musibah datang pada tanggal 10 Oktober 1834 gempa bumi mengguncang akibat meletusnya Gunung Salak sehingga istana tersebut rusak berat.

Pada tahun 1850, Istana Bogor dibangun kembali, tetapi tidak bertingkat lagi karena disesuaikan dengan situasi daerah yang sering gempa itu. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Albertus Jacob Duijmayer van Twist (18511856) bangunan lama sisa gempa itu dirubuhkan dan dibangun dengan mengambil arsitektur Eropa abad ke-19.

Pada tahun 1870, Istana Buitenzorg dijadikan tempat kediaman resmi dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Penghuni terakhir Istana Buitenzorg itu adalah Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborg Stachourwer yang terpaksa harus menyerahkan istana ini kepada Jenderal Imamura, pemeritah pendudukan Jepang.

Pada tahun 1950, setelah masa kemerdekaan, Istana Kepresidenan Bogor mulai dipakai oleh pemerintah Indonesia, dan resmi menjadi salah satu dari Istana Presiden Indonesia.

Pada tahun 1968 Istana Bogor resmi dibuka untuk kunjungan umum atas restu dari Presiden Soeharto. Arus pengunjung dari luar dan dalam negeri setahunnya mencapai sekitar 10 ribu orang.

Pada 15 November 1994, Istana Bogor menjadi tempat pertemuan tahunan menteri ekonomi APEC (Asia-Pasific Economy Cooperation), dan di sana diterbitkanlah Deklarasi Bogor. [1] Deklarasi ini merupakan komitmen 18 negara anggota APEC untuk mengadakan perdangangan bebas dan investasi sebelum tahun 2020.

Pada 16 Agustus 2002, pada masa pemerintahan Presiden Megawati, diadakan acara “Semarak Kemerdekaan” untuk memperingati HUT RI yang ke-57, dan dimeriahkan dengan tampilnya Twilite Orchestra dengan konduktor Addie MS

Pada 9 Juli 2005 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melangsungkan pernikahan anaknya, Agus Yudhoyono dengan Anisa Pohan di Istana Bogor.

Pada 20 November 2006 Presiden Amerika Serikat George W. Bush melangsungkan kunjungan kenegaraan ke Istana Bogor dan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kunjungan singkat ini berlangsung selama enam jam.

 

Advertisements

22 thoughts on “Bogor Palace’s Garden

  1. I found your blog site on google and check a number of of your early posts. Proceed to keep up the very good operate. I simply additional up your RSS feed to my MSN News Reader. In search of ahead to reading extra from you later on!?

  2. Wonderful beat ! I wish to apprentice while you amend your web site, how could i subscribe for a blog web site? The account helped me a acceptable deal. I had been tiny bit acquainted of this your broadcast provided bright clear concept

  3. Great post. I was checking constantly this blog and I’m impressed! Extremely useful info specifically the final part :) I care for such info a lot. I used to be seeking this certain info for a very long time. Thanks and good luck.

  4. Hey very cool web site!! Guy .. Beautiful .. Wonderful .. I will bookmark your website and take the feeds also…I’m glad to find numerous useful information here in the submit, we’d like work out more strategies on this regard, thank you for sharing.

  5. I have been absent for a while, but now I remember why I used to love this web site. Thanks, I’ll try and check back more frequently. How frequently you update your site?

  6. I keep listening to the reports speak about getting free online grant applications so I have been looking around for the finest site to get one. Could you advise me please, where could i find some?

  7. Pingback: My Relationship with Statues… | n o m i l k n o c r y

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s